Perempuan dan Keadilan Dalam Islam
Oleh : Trienida
Sumber gambar : Republika.co.id
Isu-isu perempuan hingga saat ini menjadi masalah yang belum sepenuhnya teratasi di masyarakat. Bentuk diskriminasi, subordinasi, pelecehan seksual dan berbagai macam bentuk stigma negatif menjadi hal yang sering perempuan terima dalam usaha memperjuangkan hak mereka dari ketertindasan menuju kebebasan berekspresi. Perempuan masih berusaha untuk melawan ketertindasan atas diri mereka yang dianggap beban dan dianggap budak para laki-laki. Sebagai contoh di Jazirah Arab sejak dahulu sesaat ketika islam lahir pun, telah marak terjadi perbudakan dan perjual-belian perermpuan dan itu menjadi hal lumrah bagi masyarakat di sana. Disamping itu, Perempuan dipandang sebelah mata dikarenakan aspek fungsi biologisnya menuntut mereka untuk lebih banyak berada dirumah, sebagai contoh ketika perempuan hamil maka mereka tidak diperbolehkan bekerja berat diluar rumah seperti laki-laki. Dari kasus tersebut menimbulkan stigma negative dan mulai disimpulkan bahwa perempuan itu lemah dan kedudukan mereka itu lebih rendah ketimbang laki-laki dan tempat mereka mutlak hanya di rumah.
Kita semestinya sadar bahwa keadaan akibat fungsi biologis perempuan yang jauh berbeda ketimbang laki-laki adalah hal yang lumrah dan patut untuk dihormati, sebab hal tersebut sudah menjadi kodrat perempuan. Dan lagi perempuan semestinya tidak bisa didiskriminasi hanya karena memiliki tubuh seorang perempuan, sebab perempuan juga memiliki hak untuk menentukan apa yang mereka ingin lakukan atau apa yang menjadi tujuan mereka hidup. Sangat tidak adil bagi perempuan apabila mereka terus-menerus menerima stigma negatif, mereka bahkan dibuat tidak memiliki kuasa bagi kehidupan mereka dan lagi mereka seakan tak punya kedudukan di dunia dimana ia dilahirkan.
Jika dilihat dalam perpektif islam, islam telah hadir membawa solusi bagi permasalahan gender yang kerap kali memberatkan posisi perempuan sebagi mahkluk Allah.Swt. Islam hadir membawa petunjuk bagaimana menerapkan keadilan bagi perempuan dikehidupan ini. Di dalam islam, manusia digambarkan sebagai khalifah di muka bumi yang mempunyai tugas untuk mewujudkan kemaslahatan seluasnya di muka bumi. Selanjutnya yang perlu kita sadari atas keberadaan manusia di muka bumi adalah bagaiamana manusia tidak ada bedanya di mata Allah.Swt baik itu dari segi fisik, namun yang membedakannya hanya tergantung pada taqwa dan sebaik-baik manusia adalah dia yang paling bertaqwa kepada Allah.Swt.



Komentar
Posting Komentar