Membangun Budaya Tanding
Oleh: Rakhmat Nur Adhi
Sumber: ar.flashmode.tn
“You
are what you use”
(kamu
adalah apa yang kamu gunakan)
Dalam modernitas
(kebudayaan modern) fashion menjadi faktor penting dalam menentukan identitas
seseorang, yang menentukan seseorang dikenal dan diterima. Pada masa lalu,
seperti pada kerajaan-kerajaan, ada perbedaan jelas antara pakaian yang dipakai
seseorang dengan kedudukan atau kelas sosialnya. Ada aturan pakaian yang jelas
mulai dari raja, permaisuri, panglima, pengawal, dan seterusnya, dimana pakaian
kelas sosial yang satu tidak boleh dipakai oleh kelas sosial yang dibawahnya.
Pada era modern, fashion berkaitan dengan pilihan pakaian, gaya, dan citra yang dengan itu seseorang menciptakan identitasnya. Fashion sebagai sumber penciptaan cita rasa, gaya pakaian, dan perilaku baru. Fashion dan modernitas bekerja sama menciptakan kepribadian modern yang mencari identitas mereka sendiri melalui pakaian, penampilan, perilaku, dan gaya yang selalu baru dan modis.
Pada masyarakat modern
fashion dibatasi oleh kode-kode gender, realitas ekonomi, dan kekuatan reformis
sosial yang terus mendikte apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dipakai, apa
yang mungkin dan tidak mungkin. Pada era modern memang selalu ada perkembangan
fashion, akan tetapi kode-kode fashion relatif baku bagi beberapa kelas dan
geografis tertentu. Pelanggaran kode-kode gender dan fashion merupakan cara
terbaik untuk menandai seseorang sebagai sampah masyarakat atau bahkan untuk
memenjarakan atau memasukkan seseorang yang berpakaian janggal ke dalam rumah
sakit jiwa.
Pada tahun 1970-an
terjadi usaha massif dan upaya untuk melakukan dekonstruksi terhadap kode-kode
budaya modern itu, dan fashion menjadi salah satu elemen penting dalam
menciptakan identitas baru. Tahun 1960-an muncul gerakan anti fashion menjadi
tren baru dalam busana dan upaya dekonstruksi terhadap kode-kode budaya menjadi
norma baru (subversi fashion), dan industri mode memunculkan fleksibilitas baru
dalam memasarkan gaya dan tampilan baru yang cepat berubah.
Budaya media menjadi
sumber fashion yang ampuh dengan memberikan tampilan dan perilaku, seperti gaya
bintang rock n roll tahun 1960-an/1970-an yang tampil dengan rambut panjang dan
berpakaian tidak umum. Perubahan perilaku dan gaya itu dilihat sebagai bentuk
pemberontakan sosial. Grup band seperti The Beatles, The Rolling Stones,
Jefferson, Airplane, dan para reformer seperti Janis Joplin, Jimi Hendrix
mendukung pemberontakan budaya dan apresiasi baru terhadap pakaian, penampilan,
perilaku, dan bersikap. Bob Dylan memproklamirkan bahwa “the times they are a
changing” (waktu mereka sedang berubah) atau “blowing in the wind” (angin
perubahan sedang berhembus). Tahun 1970-an gerakan perubahan itu berlanjut
dengan munculnya rock heavy metal, punk, dan new wave yang saat itu meraih
popularitas luar biasa pada masyarakat barat, terutama generasi mudanya.
Figur-figur musik pop
seperti Michel Jackson, Prince, Boy George, dan grup rock lainnya sering
menabrak aturan yang dianggap konservatif dan mengabaikan beberapa hal yang
mereka anggap “tetek bengek” seperti kehalusan, kedewasaan, meruntuhkan
perbedaan seksualitas serta mempromosikan seksualitas polimorfis meskipun di
sisi lain kemudian muncul reaksi dari pendukung budaya konservatif terhadap
gerakan radikalisasi tersebut. Terpilihnya Ronald Reagan misalnya dianggap
sebagai gerakan “pembelokan kanan” pada budaya Amerika Serikat.
Kemunculan Madonna
dengan video-video musik serta aksi panggungnya, benar-benar mendobrak fashion
modern, ia menunjukkan perilaku seksual yang sangat merangsang dalam videonya
sebagai bentuk mengkudeta (dekonstruksi) batasan yang dianggap pantas dan tidak
pantas. Madonna menjadi icon
identitas postmodern yang cair, yang senantiasa berubah (alterability), citra
perempuan yang nakal yang ditimbulkan oleh industri budaya. Madonna sukses
sebagai penyanyi, penari, bintang film, model, aktris panggung dan berhasil
membentuk citra serta memasarkan produk industri yang berubah dengan cepat.
Sepenggal cerita
tentang budaya-budaya tanding tersebut mencoba merangsang anda untuk membuat
budaya-budaya tanding yang lebih berbahaya demi meruntuhkan kemapanan hal-hal
yang dianggap janggal seperti di bidang fashion dan identitas diri.
Selamat Beraksi!




Komentar
Posting Komentar